Jambiklik.id, Bandung - Media Polisi Nasional ( MPN) menggelar acara Diklat dan Focus Group Discussion (FGD). Bertajuk "Menjadi Jurnalistik Profesional di Era Digital", kegiatan FGD dan Diklat tersebut dilaksanakan di Jln. Bukit Raya Indah Ciumbuleuit Bandung pada Rabu (13/12/23).
Dalam kegiatan tersebut ada 4 narasumber yang menjadi pemateri. Mereka memberikan materi bagaimana kiat menjadi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dan juga memberikan tambahan wawasan kepada para peserta. Ke empat narasumber tersebut antara lain Sofyan Sugondo S.Ikom. Pemimpin Redaksi Media Nuansa Sinar (MNS), Mulyana Rachman S.E. Pemimpin Redaksi Media Info Jawara. Ada juga Ustad Hari Mukti (Hari petir) Praktisi Hukum juga Youtuber dan terakhir Yusman Andrian Pemimpin Redaksi Media Polisi Nasional.
Pemred Media Jurnal Polri Bram Kuswadi
S.Psi menyampaikan bahwa wartawan/jurnalis memiliki fungsi sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat sesuai undang-undang nomor 40 tahun 1999. Selain itu, wartawan juga memikul tugas mulia sebagai penyampai berita.
“Seorang wartawan/jurnalis itu kurang lebih seperti Nabi,sebagai penyampai kebaikan, kebenaran dan keadilan dalam membuat karya tulis jurnalistiknya, jangan sampai menyesatkan dan mempengaruhi publik terhadap informasi atau berita-berita bohong (hoax). Yang membedakan, jika Nabi, menyampaikan wahyu yang langsung dari Tuhan untuk kembali disampaikan kepada umat manusia,dan wartawan/jurnalis menyampaikan kebenaran yang datangnya dari manusia, pihak masyarakat,atau pemerintahan,merekam pada tiap kejadian yang terjadi di tengah-tengahnya," kata Bram.
Diklat dan forum diskusi seperti ini adalah penting diadakan selain sebagai ajang silaturahim sesama wartawan juga sebagai stimulus pengisi energi, saling berbagi melengkapi pengetahuan serta wawasan dalam dunia kewartawanan/kejurnalistikan khususnya,umumnya tentu untuk segala lapisan masyarakat yang lebih luas apalagi di era Digital seperti sekarang,dimana segala jenis aktivitas informasi dimasyarakat mampu diakses secepat kilat. Acara dihadiri juga kaperwil dari daerah Jambi,dan daerah lainnya di Indonesia.
"Keadaan seperti demikian era Digital, jika saja kita tidak bijak dan pandai menyaringnya, bukan tidak mungkin malah banyak yang terjebak dan terjerembab kedalam lumpur informasi yang menyesatkan dan menjerumuskan. Karena era Digital berarti segala sesuatunya sudah online, dalam menghadapi tantangan kedepannya, siap tidak siap,kita semua harus siap," Seperti yang disampaikan oleh salah satu Nara Sumber yaitu Sofyan Sugondo S.Ikom, Pemimpin Redaksi Media Nuansa Sinar (MNS).
Beliau menyampaikan bahwa di era digitalisasi seperti saat ini seorang wartawan/jurnalis diusahakan untuk tidak gagap tekhnologi (gaptek) karena itu salah satu hal yang menunjang agar wartawan tidak ketinggalan perkembangan informasi dan sudah bisa langsung konek dengan dunia internet terhadap segala fasilitas teknologi yang sudah sedemikian canggih.
"Maka dengan canggihnya tekhnologi,sudah tentu sebagai wartawan harus menguasainya dan tidak lupa setelah menguasainya, jangan terlena malah jadi pemalas,tidak kreatif,justru harus lebih meningkat kreativitas dan produktifitasnya agar bisa lebih unggul. Namun harus tetap memiliki dasar yang pokok yaitu kaidah-kaidah jurnalistiknya jangan sampai ditinggalkan. Karena dengan adanya (UU ITE) seorang wartawan, kecil kemungkinannya bisa terjerat, jika kaidah-kaidah jurnalistiknya dipergunakan,” pungkasnya
Reporter : H3nS
Social Plugin