Pasca Kacabnya Tersandung Kasus, Kepercayaan Masyarakat Terhadap BRI Cabang Sungaipenuh Jadi Menurun?



JAMBIKLIK.ID BERITA SUNGAI PENUH - Pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sungai Penuh tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, Bank BRI terbesar di Indonesia cabang Sungai Penuh tersebut disebut-sebut sudah tidak nyaman untuk nasabah.

Perkembangan cabang Sungai Penuh Bank Rakyat Indonesia menunjukan tren positif apalagi setelah banyak membangun cabang di wilayah Kabupaten Kerinci. namun semenjak ada kasus yang merugikan nasabah kepercayaan masyarakat hilang.

"Iya, sekarang kami ragu untuk menabung di Bank Rakyat Indonesia cabang Sungai Penuh, takut seperti kasus yang lalu terulang,"ujar salah seorang Nasabah yang juga kehilangan uang tabungan, Rabu, (18/10/2023)

Tidak hanya itu, menurutnya, dengan kejadian tersebut, masyarakat cukup khawatir dengan beragam rumor yang bermunculan. Menurunnya kepercayaan masyarakat menjadi salah satu dampak, terutama bagi masyarakat awam yang belum memiliki kepercayaan penuh terhadap Bank Rakyat Indonesia cabang Sungai Penuh.

"Hilangnya uang nasabah dan banyaknya nasabah menjadi korban saat menabung di BRI Cabang Sungai Penuh yang membuat kami semakin ragu untuk menabung di Bank Cabang Sungai Penuh ini," ucapnya.

Perlu diketahui, kasus yang menjerat Bank Rakyat Indonesia cabang Sungai Penuh ini setelah kejaksaan Negeri Sungai Penuh menetapkan kepala Cabang Kayu aro sebagai tersangka, dengan kerugian negara hingga 8 miliar.

Bahkan para korban di Kayu Aro mengharapkan ada itikad baik ataupun bantuan dari pihak Bank BRI Sungai Penuh untuk memberi solusi atas kerugian mereka.

Sementara itu, mantan pimpinan bank BRI cabang Sungai Penuh, Chairul Amri, saat dihubungi diminta tanggapan, Jumat, (20/10/2023), menyampaikan, Terkait itu beliau mengaku kurang paham informasinya, tentu cabang sungai penuh yang lebih paham. 

"Tidak berwenang untuk itu dan juga tidak paham permasalahannya juga,"tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Pimpinan Cabang BRI Sungaipenuh, Shaka Aji Nugraha, belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan di bawah pimpinannya.(Ega)