Banyak Dikeluhkan, Pengadaan Barang dan Jasa Fasilitas Paskibra Sungai Penuh Disoal

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA SUNGAI PENUH - Pengadaan barang dan jasa untuk fasilitas para anggota Paskibra Sungai Penuh mendapat keluhan dari para anggota Paskibra dan juga pelatih. Pasalnya, banyak persoalan yang muncul, mulai dari pakaian yang tak berkualitas hingga makanan yang tak layak konsumsi. Para anggota maupun pelatih kecewa dan menduga fasilitas yang diberikan kepada mereka tak sesuai standar. 

Kepada pewarta mereka bercerita bahwa makanan yang mereka konsumsi sejak mulai latihan tanggal 25 Juli hingga 06 Agustus pernah ditemukan belatung atau ulat. Temuan itu bukan hanya sekali namun sudah 4 kali. Tak cukup di situ, makanan ringan atau snack bagi anak-anak Paskibra dan pelatih yang berupa bubur kacang hijau diduga kurang bersih dan higienis lantaran terdapat kertas koran yang sebagian sudah larut dalam bubur kacang tersebut.

" Bukan cuman itu saja, Garuda (lambang garuda) di peci terlalu kecil, tidak standar diminta ganti ke panitia sampai saat di pengukuhan belum diganti. Pangkat tidak standar dan mudah sobek, merah putih garuda tidak standar warna seharusnya warna merah putih yang ada merah kekuning-kuningan. Selain itu, sarung tangan yang diberikan pendek dan tidak sesuai dengan standar yang ada serta mudah sobek. Untuk pemakaian harus diikat pakai karet gelang," kata salah seorang pelatih Paskibra Sungai Penuh. 

Keluhan serupa juga mereka temukan pada seragam yang akan mereka pakai nanti saat upacara. Di mana, seragam tersebut sangat tipis hingga dikhawatirkan mudah sobek. 

"Kalau baju tanggal 13 agustus dibagikan. Setelah dicek bajunya terdapat banyak kekurangan, ada yang kebesaran, trus dasarnya tipis, kancingnya miring, pendek dan ada yang sempit. Untuk baju dikembalikan untuk diperbaiki tapi hasilnya tetap mengecewakan," imbuhnya lagi.

Pelatih juga menambahkan untuk sepatu bagi anggota Paskibra yang dibagikan mudah rusak lantaran tipis. Setelah diberikan mereka langsung ujicoba namun langsung sobek. 

"Untuk sepatu cewek (anggota Paskibra wanita) memang benar sudah digantikan namun sepatu cowok baru digunakan 1 kali di gladi kotor langsung sobek diminta ganti sampai saat dengan kegiatan pengukuhan tidak diganti akhirnya tetap pakai sepatu sobek saat pengukuhan," keluh sang pelatih. 

"Kami sangat meragukan dan kalau barang barang tersebut tetap digunakan untuk upacara bisa terjadi yang tidak diinginkan atau mencederai kekhidmatan upacara 17 agustus nanti," timpalnya. 

Sementara itu, Kabid Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sungai Penuh David Setiawan saat dikonfirmasi enggan untuk berkomentar.

Penulis : Ega