DTPH Muaro Jambi Bangun 3 Penggilingan Padi Berskala 1 Ton Per Jam, di 3 Desa

 

Bangunan RMU di Desa Pulau Mentaro (istimewa) 

JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI -  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura membangun tiga unit Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi. Pembangunan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022 Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. 

"Iya, ada 3 unit RMU yang kita bangun tahun ini menggunakan dana DAK," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Muaro Jambi Ampriadi Rabu (21/12/22). 

Pembangunan 3 unit RMU tersebut tersebar di 3 desa di 3 Kecamatan yang ada di Muaro Jambi. Di Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh, Desa Bakung Kecamatan Maro Sebo dan Desa Sekernan Kecamatan Sekernan. 

"Untuk satu mesin RMU ini bisa menggiling gabah petani sebanyak 1 ton per jam. Dengan demikian diharapkan bisa menyerap ribuan ton gabah milik petani," kata pak Kadis. 

Ampriadi menjelaskan, dipilihnya 3 lokasi tersebut lantaran potensi hasil pertanian padi sawahnya sangat potensial. 

"Yang di Pulmen itu, harapannya bisa menyerap hasil gabah dari Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu, yang di Desa Bakung bisa menyerap gabah petani di Kecamatan Taman Rajo dan Maro Sebo dan di Sekernan bisa mencakup gabah petani Kecamatan Jambi Luar Kota dan Sekernan," jelasnya. 

Kata Ampriadi lagi, pengerjaan pembangunan RMU tersebut sudah mulai dibangun sejak Bulan Juli lalu dan direncanakan selesai di bulan ini. 
"Dikerjakan secara swakelola oleh Poktan atau Gapoktan setempat. Pengerjaannya kemarin dimulai sejak bulan Juli dan baru selesai di Bulan Desember ini, mudah-mudahan di Bulan Januari 2023 mendatang sudah bisa difungsikan," ungkapnya. 

Di soal pengelolaan RMU itu, Ampriadi menyebutkan sepenuhnya pengelolaan diserahkan ke Gapoktan masing masing. "Terkait mekanisme pengelolaanya kami serahkan ke Gapoktan. Merekalah nantinya yang menentukan termasuk AD/ART-nya, karena kan mesin itu perlu biaya operasional, pemeliharaan dan juga gaji operatornya," sebut Ampriandi.

Dengan adanya tiga unit RMU itu, Dinas Tanaman dan Hortikultura Muaro Jambi berharap serapan gabah para petani bisa optimal, agar gabah tersebut tidak dijual keluar oleh petani. 

"Ini juga berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pertanaman. Jika produksinya meningkat, harapannya kita bisa menghasilkan beras lokal dengan brand kita sendiri," kata Ampriadi. 

Jika sudah memiliki beras lokal dengan Brand sendiri, tentu pemasarannya bisa dikembangkan dan berefek kepada peningkatan ekonomi petani Muaro Jambi. 

"Dalam pemasarannya bisa menyasar ke semua minimarket yang ada di Muaro Jambi dan juga para ASN. Perlu dukungan semua pihak, misalnya soal pemasaran ini bisa dibantu dengan Perbup, misalnya dalam perbup itu diwajibkan ASN membeli beras lokal petani. Mudah-mudahan ini nanti bisa terealisasi," kata Ampriadi. 

Petani Padi Sangat Terbantu

Dengan dibangunnya mesin penggilingan padi ini, para petani merasa sangat terbantu. Menurut para petani padi ini, program tersebut azas manfaat sangat terasa dan langsung menyentuh ke masyarakat. 

"Alhamdulillah efeknya sangat positif bagi petani khusus petani padi kami di sini. Petani sangat terbantu," kata Kepala Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh Masril, selaku salah satu desa yang menerima bantuan pembangunan mesin penggiling padi. 

Mewakili petani padi di desanya, Masril mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muaro Jambi khususnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, di mana dengan dibangunnya RMU ini petani desa mereka tak lagi menempuh jarak yang jauh untuk menggiling gabah kering mereka. 

"Kalau dulu petani di sini mesti giling padi atau gabah mereka ke desa tetangga, bahkan ada yang sampai ke Kelurahan Tanjung mau giling padi. Sekarang tidak perlu lagi karena di sini sudah ada. Azas manfaatnya dirasakan langsung oleh petani," katanya. 

Selalu Pemerintah desa, beliau juga berjanji akan mendukung dan menjaga mesin penggilingan padi ini. Tentu sesuai dengan fungsinya sebagai pemerintah desa. 

"Kita akan selalu mensupport sesuai aturan dan regulasi yang ada, kita jaga bersama-sama aset ini," kata Masril. 

Penulis : Romi