Diklat Batik dan Enceng di Pekalongan Rampung, Ini Hasilnya


JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI : Kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) batik dan enceng gondok Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Muaro Jambi yang dilaksanakan di Pekalongan Jawa Tengah berakhir hari ini Selasa (20/12/22). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 10 hari sejak 11-20 Desember 2022. Berakhirnya kegiatan tersebut juga ditandai dengan acara penutupan yang dilaksanakan di Museum Batik Danar Hadi Solo pagi ini. 

"Alhamdulillah kegiatan diklat ini berakhir dengan sukses sesuai rencana dan targetnya pun terealisasi," kata Kadis Koperindag Muaro Jambi Riduwan diwakili Kabid Industri Sudirman M. Pd Selasa (20/12/22). 

Dalam pelatihan ini, kata Sudirman, peserta yang berjumlah 7 orang tersebut mendapatkan ilmu pengetahuan berupa Iptek Kriya Modern. Mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan positif selama di sana. Peserta dibimbing instruktur untuk Batik dari Tulen dan Preketek masing-masing setiap hari 3 orang dengan membimbing 5 perajin batik dan Enceng gondok, 1 instruktur membimbing 2 orang perajin.

"Selama 10 hari pelaksanaannya, peserta dilatih soal membatik dan mengolah enceng gondok. Untuk membatik, peserta diajarkan dan dilatih pengembangan Batik pewarna sintetis, peserta juga melakukan kunjungan edukasi di museum Danar Hadi Solo. Sedangkan untuk enceng, peserta bagaimana caranya mengolah dan mengembangkan jenis-jenis dan hasil turunan enceng," terang Sudirman. 

Sudirman pun memaparkan tujuan pelaksanaan pelatihan ini. Dimana, pelaksanaan pelatihan tersebut yakni sebagai pembekalan kepada perajin Muaro Jambi untuk meningkatkan kualitas produktivitas batik dan enceng gondok di Muaro Jambi.

"Output-nya nanti para perajin ini bisa membawa perkembangan bagi dunia kerajinan Muaro Jambi. Harapan ke depan agar para perajin batik dan enceng gondok dapat memiliki ikon batik sendiri sehingga orang tahu bahwa Muaro Jambi punya ciri khas tersendiri. Demikian juga dengan enceng gondok, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya sehingga bisa menguasai pasar domestik, bahkan sampai pasar internasional," papar Sudirman. 

"Semua ini juga selaras dengan tujuan dan visi misi Dekranasda Muaro Jambi," sambung putra asli Kumpeh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dekranasda Muaro Jambi ini. 

Menariknya, kata Sudirman, dalam pelatihan kali ini peserta tak hanya diajarkan soal Batik dan enceng. Mereka juga dibekali tentang bagaimana cara mengolah tanaman lain yang bisa dijadikan kerajinan yang estetik.

"Peserta dibekali pengetahuan tambahan yakni pengelolaan batang pisang. Bagaimana cara mengambil serat dari batang pisang ini untuk kemudian dikelola menjadi berbagai kerajinan," kata Sudirman. 

"Menariknya lagi saat kita berkunjung ke Ridaka Pekalongan sebagai tempat pelatihan Enceng, pihak owner Ridaka menawarkan untuk kerjasama pengelolaan batang pisang. Mereka siap menampung serat batang pisang dan nanas karena mereka masih Kekurangan bahan baku. Untuk informasi ini nanti sesampainya di Jambi akan kita konsolidasi kan dengan Dekranasda Kabupaten dan forum IKM UMKM Muaro Jambi," kata Sudirman. 

Penulis : Romi