Faradillah Bachyuni Ingin Jadikan Kumpeh Ulu Sentra Tekun Tenun Muaro Jambi

 

JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI - Ketua Dekranasda Muaro Jambi Faradillah Bachyuni Deliansyah Rabu (09/11/22) pagi mengunjungi kegiatan pelatihan menenun yang dilaksanakan di SMPN 4 Sakean Kumpeh Ulu. Kedatangan istri Pj Bupati Muaro Jambi tersebut guna melihat pelaksanaan dan perkembangan para peserta pelatihan selama melaksanakan pelatihan yang diinisiasi oleh Dekranasda Muaro Jambi bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Vokasi Kemendikbudristek tersebut. Kedatangan beliau di sana didampingi Bidang Manajemen Usaha Dekranasda Hj. Rika Aulia Dewi ST serta Pelatih/Instruktur Diklat Tenun Parida. 

Dalam kunjungannya tersebut, beliau sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Beliau juga memberikan dukungan serta motivasi kepada peserta pelatihan tenun. 

"Rata-rata peserta tenun ini berusia muda, saya berharap agar anak-anak para peserta pelatihan ini dapat berlatih dengan tekun sehingga setelah selesai pelatihan ini nantinya bisa membuka kesempatan baru bagi terciptanya Usahawan Pemula dalam Kriya Tekun Tenun," kata Faradillah Bachyuni, Rabu (09/11/22). 

Dalam kesempatan tersebut, Faradillah juga mencoba mempraktikkan bagaimana caranya menenun. Tentunya dengan didampingi dan dipandu oleh instruktur tenun ibu Farida. 

Sementara itu, Bidang Manajemen Usaha Dekranasda Hj. Rika Aulia Dewi ST mengaku dalam kesempatan tersebut sempat berdiskusi dengan Ketua Dekranasda Muaro Jambi Faradillah Bachyuni. Dalam kesempatan tersebut, Rika menyampaikan bahwa Ketua Dekranasda Muaro Jambi sangat senang melihat animo peserta yang rata-raya berasal dari Kecamatan Kumpeh Ulu tersebut di bidang menenun. 

"Beliau (Faradillah Bachyuni Deliansyah), berkeinginan menjadikan Kumpeh Ulu sebagai Sentra Tekun Tenun Muaro Jambi. Tentunya dengan segala upaya dan potensi yang ada kita akan berusaha untuk merealisasikan hal tersebut," kata Rika. 

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan menenun tersebut diikuti oleh 25 peserta. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selam kurang lebih 40 hari sejak 5 Oktober yang lalu sampai dengan 25 Nopember 2022 mendatang. Ke-25 peserta pelatihan tersebut akan belajar selama 6 jam sehari dengan target dapat membuat dasar tenun seperti salendang dan kain.

"Peserta didik juga mengikuti program pendidikan wirausaha baru karena itu persyaratan peserta usia di bawah 25 tahun," kata Rika. 

Penulis : Romi