JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI - Dekranasda Muaro Jambi menggelar pelatihan menenun bagi pemula. Kegiatan bertajuk Program Kecakapan dan Wirausaha (PKW) Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI dilaksanakan di SMPN 4 Sakean Kecamatan Kumpeh Ulu Muaro Jambi.
"Iya tadi kita meninjau pelatihan songket atau menenun. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dekranasda Muaro Jambi yang diketuai oleh Ibu Faradillah Bachyuni. Dimana, rencananya secara nasional pelatihan ini akan dibuka oleh Ibu Negara Ibu Iriana Joko Widodo di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada 20 Oktober mendatang," kata Riduwan, Ketua Harian Dekranasda Muaro Jambi sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Muaro Jambi Selasa (11/10/22).
Riduwan menyebut, kedatangannya hari ini untuk mengecek pelaksanaan pelatihan tersebut sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan agar lebih giat lagi.
"Tadi saya memberikan motivasi kepada mereka, agar latihan sungguh-sungguh karena banyak kreatifitas dan kreasi dari songket yang akan kita kembangkan dan bisa dijadikan sentra songket, sehingga bisa menghasilkan para pengrajin songket di daerah ini," kata Riduwan.
Kegiatan pelatihan ini sendiri sudah berjalan selama kurang lebih setu pekan. Kegiatan ini dilaksanakan setidaknya selama kurang lebih sebulan setiap hari kerja.
"Hari ini hari ke-5 pelaksanaannya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 200 jam dengan estimasi 6 jam pelaksanaan per hari. Jadi kalau dikalkulasikan kira-kira sekitar 35 hari pelaksanaannya," kata Riduwan.
Riduwan menyebut, kegiatan pelatihan tenun ini diikuti oleholeh puluhan peserta dari berbagai daerah di Muaro Jambi. Mulai dari Desa Muaro Kumpeh, Pudak, Sakean, Kotakarang, Solok hingga Kunangan.
"Pesertanya ada 25 orang dari berbagai desa. Mereka dilatih oleh instruktur tenun yakni Ibu Ida yang merupakan salah satu pengrajin songket dari Kumpeh Ulu ini," kata Riduwan.
Riduwan berharap nantinya selepas pelaksaan pelatihan ini, akan terbuka peluang kewirausahaan di bidang songket yang pada akhirnya bakal meningkatkan perekonomian.
"Karena di sini bukan hanya diajarkan cara menenun tapi juga bagaimana cara pemasarannya. Bagaimana cara menciptakan pangsa pasar yang baik dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada serta kemajuan tekhnologi," kata Riduwan.
Penulis : Romi
Social Plugin