Rapat Konflik Lahan dengan PT BBS Batal Digelar Hari Ini, Warga Seponjen Bakal Kembali Duduki Lahan

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI - Konflik antara warga desa Seponjen dan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) terus bergulir. Hari ini, Senin (10/10/22), pihak terkait bakal melakukan rapat terkait penanganan konflik permasalahan lahan dengan pola kemitraan tersebut. Namun, rapat tersebut urung dilaksanakan lantaran direktur pihak PT BBS tak bisa hadir. 

Kondisi ini tentunya membuat warga Seponjen kecewa berat. Menurut mereka, terlihat dengan jelas tak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

"Rapat hari ini adalah untuk menindaklanjuti rapat tanggal 22 September yang lalu namun batal dilaksanakan dengan alasan direktut utama atau owner lagi ada kegiatan lain. Jadi (terlihat) itikad baik dari perusahaan ingin menyelesaikan tidak ada," kata Afrizak Mahadi, perwakilan warga Desa Seponjen Senin (10/10/20). 

Dengan dibatalkannya rapat hari ini, masyarakat kecewa berat. Alhasil, mereka mengancam bakal kembali melakukan aksi di lahan kebun PT BBS dengan cara penguasaan lahan. 

"Masyarakat menyatakan keberatan dan akan melakukan aksi di lahan kebun PT BBS pada tanggal 12 Oktober 2022," kata Afrizal. 

Aksi tersebut mereka pastikan bakal terlaksana, bahkan surat pemberitahuan juga sudah mereka layangkan dengan tembusan ke berbagai pihak mulai dari Gubernur Jambi hingga pihak kepolisian. 

Dibatalkannya rapat hari ini juga dibenarkan oleh pihak Kesbangpol Muaro Jambi Zaldy Mukhtar. Melalui pesan WhatsApp, beliau mengkonfirmasi alasan ditundanya rapat hari ini. 

"Itu la minta tunda karena CEO atau pemilik BBS di luar kota , Jumat baru bisa," kata Zaldy. 

Penulis Romi R